Skip to main content

Kelangkaan Air Bersih

Oleh : Natika Kamilah



      Air Bersih Selalu di perlukan oleh semua orang karena air tersebut adalah sumber air yang sangat di perlu kan oleh semua orang untuk di minum mau pun di jadikan untuk mandi, jika tidak ada air bersih semua orang pasti akan sengsara karena tidak ada sumber air yang bisa di jadikan untuk kehidupan sehari hari.

     Kelangkaan air bersih di Empat kelurahan di Kota Serang terkena dampak kekeringan dan krisis air bersih akibat mulai bergantinya musim hujan ke musim kemarau. Keempat kelurahan tersebut yaitu Kelurahan Trumbu, Margaluyu, Sawah Luhur dan Kelurahan Banten.  Akibat dampak kekeringan yang dialamai empat kelurahan tersebut, masyarakat setempat kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Bahkan sebagian warga mencuci baju, mencuci piring dan mengambil air buat masak dari irigasi yang kotor.
beberapa akibat kekurangan air bersih untuk kesehatan:

1. Sakit Perut
Tanda pertama yang biasanya terjadi ketika ada masalah di dalam tubuh yang berhubungan dengan asupan makanan atau minuman adalah sakit perut. Sakit perut ini terjadi ketika seseorang mengkonsumsi makanan atau minuman yang kotor. Misalnya ketika minum air yang kotor atau tidak dimasak. Adanya bakteri di dalam air adalah penyebab sakit perut. Jika mulai terasa perut sakit, terapkan beberapa cara menangani sakit perut atau segera minum obat sakit perut.

2. Iritasi Kulit
Terlalu sering terpapar air kotor juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi kulit. Hal ini sering terjadi pada korban bencana banjir. Dalam keseharian, para pengungsi bencana banjir akhirnya lebih sering terpapar air kotor. Beberapa iritasi kulit yang biasa terjadi ditunjukkan dengan gejala gatal-gatal dan muncul ruam merah. Jika gejala ini tidak segera mendapatkan penanganan atau justru lebih sering terpapar air kotor justru akan semakin memperparah kondisi kulit.

3. Diare
Penyakit diare lebih sering terjadi karena adanya pencemaran air dan/atau makanan. Paparan bakteri dapat menyebabkan tubuh menunjukkan gejala diare seperti mengeluarkan feses dalam intensitas yang lebih sering dan lebih banyak. Kondisi diare dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Ketika tubuh mengalami diare, tubuh akan kehilangan cairan dalam jumlah yang cukup banyak. Untuk mengimbangi hal ini, penderita diare harus banyak minum cairan pengganti. Jika hal ini tidak dilakukan maka tubuh dapat terserang dehidrasi.

4. Tifus
Akibat kekurangan air bersih dan sering terpapar air kotor selanjutnya adalah risiko terkena penyakit tifus. Penyebab tifus adalah infeksi bakteri Salmonella typhi dalam tubuh. Diyakini penyebab utama penularan penyakit tifus adalah kondisi sanitasi yang buruk. Beberapa gejala penyakit tifus antara lain demam (biasanya meninggi di malam hari), sakit kepala, badan lemas, sakit perut, kehilangan nafsu makan, hingga dapat mengalami pembesaran ginjal dan juga hati.

5. Cacingan
Cacingan seringkali dianggap remeh, padahal cacingan berdampak serius bagi kesehatan tubuh terutama untuk anak-anak. Penyebab cacingan adalah adanya telur cacing yang masuk dan menetas di dalam tubuh. Telur cacing ini biasanya masuk bersama makanan atau minuman yang sudah tercemar telur cacing. Gejala cacingan yang biasanya muncul antara lain badan kurus, nafsu makan menurun, mengalami nyeri perut, diare, dan tidak bersemangat dalam beraktivitas.

6. Infeksi Saluran Kemih
Paparan bakteri dari air kotor juga dapat menyebabkan seseorang terkena infeksi saluran kemih. Infeksi ini biasanya terjadi di ureter, kandung kemih, uretra, ataupun ginjal. Tanda-tanda infeksi saluran kemih ini antara lain adanya rasa sakit ketika buang air kecil. Infeksi ini tergolong jenis infeksi yang sering ditemui dan dapat berkembang menjadi penyakit lain. Jika Anda mulai merasakan sakit ketika buang air kecil, lebih baik segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara untuk Mengatasi Kelangkaan Air Bersih

Cara untuk mengatasi kelangkaan air bersih diantaranya dengan cara membuang sampah pada tempatnya, hal ini dapat menjadikan lingkungan bersih dan tidak menyebabkan pencemaran air di danau, sungai, atau laut, membuat daerah resapan air, dengan cara menyediakan lahan-lahan yang masih ada untuk di jadikan kebun dan taman-taman untuk di tanami pepohonan, hal ini dapat menjaga air tanah agar tidak kering, dan menjaga lingkungan dengan kesadaran sendiri agar tidak memberikan dampak negatif dan kerugian bagi lingkungan dan diri sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

Kampung Adat Cisungsang Lebak Banten

Oleh : Migi Syahrizal Kampung Wisata Adat Cisungsang terletak persis di tepi kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Masih asri. Tak jauh dari Cisungsang, terdapat perbatasan Banten dan Jawa Barat dengan sungai yang menjadi garis pemisah Kabupaten Lebak dan jawa barat . Dari ibu kota Rangkasbitung, jarak kampung adat ini sekitar 150 kilometer, sedangkan dari Jakarta sekitar 280 kilometer. Rumah-rumah di kampung Wisata Adat Cisungsang terlihat rapih dengan tata letak kampung yang dinamis. Seluruh rumah warga adat tampak menghitam dengan atap ijuk dari pohon aren. Rumah-rumah kecil berdiri di antara gawir-gawir (tebing) yang tak terlalu tinggi, mengapit satu rumah besar dan dua balai pertemuan di bawahnya yang menjadi pusat Kampung Wisata Adat Cisungsang. Kata Cisungsang juga dibentuk dari dua suku kata, ‘ci’ dan ‘sungsang’. Secara harfiah kata ‘ci’ adalah bentuk singkat dari cai dalam bahasa Sunda, yang berarti air. Sed...

Sejarah Banten Girang

Oleh : Jeri Indraloka Banten Girang pada awalnya adalah pusat kerajaan sunda jauh sebelum berdirinya kerajaan-kerajaan di Jawa Barat yang merupakan awal Kerajaan Banten sebelum mendapat kebesaran nama pada saat itu (Kerajaan Sunda Wahanten). Pendiri sekaligus penguasa Kerajaan Wahanten ialah Prabu Jaya Bupati yang disebut juga Prabu Saka Domas. Bermaksud memulihkan kerajaan-kerjaan yang telah hancur dimasa silam, Prabu Jaya Bupati mendirikan Kerajaan Wahanten di Banten Girang pada tahun 932 M sampai tahun 1016 M. Kerajaan Wahanten pada saat itu menjalin kerjasama dengan kerajaan-kerajaan lain di Jawa. Erat hubungan kerjasamanya dengan Raja Prabu Darma Wangsa, dan dilanjutkan sampai Raja Erlanggga (990 M - 1016 M).           Suatu ketika, rakyat Kerajaan Sunda Wahanten sering mendapat gangguan keamanan yang mengancam keselamatan Raja dan rakyatnya. Ancaman itu datang dari Kerajaan Sri Wijaya yang dipimpin oleh Prabu Bala Putra Dewa ...

Asal usul adanya suku baduy di Banten

Oleh : Sisti Lustiani Orang Kanekes atau orang Baduy adalah suatu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Sebutan “Baduy” merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden). Ada dua kategori masyarakat di Baduy, Baduy Luar merupakan orang-orang yang telah keluar dari adat dan wilayah baduy dalam. Sedangkan Baduy Dalam adalah bagian dari keseluruhan suku Baduy. Tidak seperti baduy luar, warga Baduy Dalam masih memegang teguh adat istiadat nenek moyang mereka. Pada dasarnya, peraturan yang ada di baduy luar dan baduy dalam itu hampir sama, tetapi baduy luar lebih mengenal teknologi dibanding baduy dalam. Konon pada sekitar abad ke XI dan XII Kerajaan Pajajaran menguasai seluruh tanah Pasundan yakni dari Banten, Bogor, priangan samapai ke wilayah Cirebon,...